top
logo

MsynaCom FB

Abah & Anis

Banner
Banner

E-Learning

Banner

Tagihan PLN

Banner
Banner

Pengunjung

Website counter

Simple Video

Get the Flash Player to see this player.


Keluarga
Aksi Muh Mus'ad PDF Print E-mail
Written by msyna   
Wednesday, 09 September 2009 05:30

Bismillah

dsc00770
dsc00770
dsc00817

Last Updated on Wednesday, 09 September 2009 05:56
 
Tasmiyah & Aqiqah PDF Print E-mail
Written by msyna   
Thursday, 01 January 2009 01:54

Selasa, 30 Desember 2008
Yogyakarta, Samirono Baru, Asrama Pangeran Antasari  (Pantas) Kalimantan Selatan

 

Tasmiyah dan Aqiqah

 

Berdoa sebelum penyembelihan kambing aqiqah

 

Berdoa menjelang penyembelihan kambing aqiqah

 

 

Persiapan

Sekitar pukul 09.30, dibantu oleh adik mahasiswa asal Banjar, aku menuju asrama Pantas, untuk menguburkan “tambuni” anak kami yang baru lahir. Di pekarangan asrama, di sebelah kanan di bawah pohon pisang kutanamkan tambuni tersebut. Seusai itu, aku dipertemukan dengan Ridha (mahasiswa asal Banjar) guna membicarakan kemungkinan pelaksanaan tasmiyah dan aqiqah anak kami di Asrama Pantas. Ridha melakukan koordinasi dengan pengurus  assrama terutama dengan Fauzi. Akhirnya didapat kesepakatan-kesepakatan:

1.       Pencarian kambing/biri, tempat, harga dan tatacara pemotongan.

2.       Kesiapan Ibu Rubi, juru masak asrama.

3.       Pemimpin acara tasmiyah dan aqiqah berikut yang membacakan Al Quran.

4.       Rencana membikin sejumlah nasi kotak  untuk jiran tempat istriku tinggal di Jetisharjho, pelengkap makanan, aqua gelas, snack/cuci mulut, kembang rampai, perlengkapan untuk takhnik (madu, kurma, gunting, dll)

5.       Sejumlah uang untuk berhadiah.

 

Selasa, 30 Desember 2008 tepat pukul 07.00 aku dan Fauzi berangkat ke Desa Banaran, Bantul untuk berwakil menyembelihkan kambing aqiqah. Perjalanannya lumayan jauh, tapi kami menyenangi sekali, udaranya masih segar, masih alami tidak terpolusi seperti di perkotaan. Kami disambut baik, di jamu makanan ringan dan minuman. Sambil menikmati sesajian yang disuguhkan, kami mengikuti prosesi penyembelihan dan kegiatan menguliti, memotong-motong daging, tulang, jeroan dll, hingga pembersihan dan pemasukkan dalam  kantong plastik hingga siap untuk dibawa dan dimasak. Sungguh pekerjaan yang sangat cepat, bapak-bapak yang mengerjakan kegiatan ini sungguh nampak sudah ahli sekali.

 

Segera setelah itu, kami kembali ke asrama untuk menyerahkan daging tersebut kepada Ibu Rubi. Ternyata Ibu Rubi sudah menunggu sambil menyiapkan bumbu-bumbu masakan.  Aku pulang, untuk istirahat secukupnya, menyiapkan sesuatunya untuk acara pada malam Rabu.

 

Pelaksanaan

Sehabis Ashar, aku beserta istri dan anak kami yang baru lahir berangkat ke Asrama Pantas. Setiba di Asrama, menunggu sejenak pengemasan nasi-nasi kotak, aku dan sejumlah adik-adik di asrama, menggunakan dua buah kendaran roda dua, kami membawa 20 kotak nasi menuju Jetisharjo dan sesampainya di tempat tujuan kami langsung membagikan nasi-nasi kotak tersebut kepada jiran tetangga di sekitar rumah kontrakan istriku. Tidak memakan waktu lama kegiatan selesai.

 

Sehabis sholat isa, para undangan, tetamu berdatangan, hingga akhirnya Bapak Drs. Riduan, tokoh masyarakat melayu yang memimimpin acara tasmiyah dan aqiqah datang. Beliau adalah orang Banjar kelahiran Tambilahan, Riau, Indra Giri Hilir. Kamunikasi dengan bahasa Banjar tidak masalah dengan Beliau, Beliaupun orangnya supel, asyik untuk ngobrol. Acara segera dimulai, pembacaan surah Ali Imran,  Pemberian Nama (Tasmiyahan), acara berkeliling minta doa kepada para hadirin yang datang yang jumlahnya sekitar seratusan orang dari utamanya para mahasiswa laki-laki dan perempuan Banjar yang studi di Yogyakarta. Setelah itu, penyampaian Taisyiah oleh Bapak Drs. Riduan dan ditutup dengan do’a. Dalam taushiahnya, Bapak Drs. Riduan, menyampaikan keutamaan aqiqah, dan kewajiban orang tua untuk memberikan nama yang baik bagi anaknya yang baru lahir. Menurut beliah “Muhammad Anis” adalah nama yang amat baik,  semoga Muhammad Anis menjadi orang yang shaleh. Amin ya Rabbal Alamin.

 

Terima kasih kami ucapkan khususnya kepada Bapak Drs. Riduan beserta adik mahasiswa yang membacakan surah Al Imran, Saudara Fauzi, Ridha, Icshan, Bu Mumun, Irma, Atun, dan semua adik-adik di Asrama Pantas, dan para undangan, Ibu Rubi, dan semua pihak atas  bantuan dan dukungan sehingga terlaksananya acara tasmiyah dan aqiqah ini. Semoga Allah SWT memberikan ganjaran yang setimpal.

Last Updated on Saturday, 03 January 2009 07:51
 
Berkembangan M. Anis PDF Print E-mail
Written by Asnawati   
Sunday, 28 December 2008 03:19

Hari pertama, 23 Des 2008, pukul 08.10 WIB

 

1. Bisa BAB, masih hitam kecoklat-coklatan.

2. Minum susu formula, ASI kolustrum

3. Suntik Hepatitis B1

 

Hari kedua - ketiga, 24 - 25 Des 2008

     

Gbr2. 

1. Bisa BAB normal, 5 - 7 kali sehari warna kuning keputih-putihan.

2. Sudah menyusu ASI eksklusif

 

Hari keempat - kelima, 26 - 27 Des 2008

     

1. Hari,Sabtu, 27 Des 2008, kontrol ke Rumah Sakit Sakina Idaman, dinyatakan sehat ibu dan anaknya, mama diberi vitamin, dede disuntik BCG

2. Bobonya nyenyak banar.

 

Hari keenam - ketujuh, 28 - 29 Des 2008

 

1. Bila pisis, beol, mau nyusu nangis, tapi bila sudah dibersihkan dan disusui, ranai banar. 

2. Abah memandikan Muhammad Anisi tiap pagi ditolongi mama dan acil iyang.

3. Tali pusat telah tanggal sekitar pukul 11.00 WIB.

Last Updated on Sunday, 28 December 2008 07:00
 
Kelahiran Anak ke-4 Kami PDF Print E-mail
Written by Asna & Syaiful   
Wednesday, 24 December 2008 23:49

Lahir di RS Ibu dan Anak Sakina Idaman, Yogyakarta pada Selasa 23 Des 2008, pukul 08.08      Mengap-mengap nyari puting susu walau mata bapajam  Photo Lebih Lengkap

Senin, 22 Desember 2008 aku beserta rombongan bertolak dari bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin ke bandara Juanda Surabaya beserta rombongan. Konsentrasiku terbagi dua, pertama pada mengemban misi kegiatan peningkatan wawasan terutama di PAS dan ICT, kedua pada istriku Asnawati yang menunggu jam-jam kelahiran di Yogyakarta.

Anggota rombongan kami, paham akan kondisi ini. Mereka berempati terhadap apa yang kuhadapi. Telpon dan SMS terus mengalir dari istriku semenjak sebelum keberangkatanku hingga aku telah menginjakkan kakiku di tanah Jawa. Terjadi interaksi komunikasi antara kami, hingga akhirnya di subuh hari selasa sekitar pukull 05.00, tidak ada respon balik dari istriku, pesan terakhir SMS-nya, "biarlah ulun kd mehangi pian". Naluriku mengerti hal ini, begitu kuutarakan dengan Pa Busra, kepala sekolah kami yang ikut rombongan, Beliau langsung merekomendasikan aku untuk segera ke Yokyakarta. Sejumlah uang Beliau berikan kepadaku. Selepas subuh aku langsung pamit dengan Pa Busra, menuju bendara Juanda. Alhamdulillah, aku dapat tiket Batavia Air, berangkat pukul 07.00 ke Yogyakarta. Sekitar pukul 08.05. pesawat mendarat dibendara Adisucipto. Sejak boarding aku setia menenteng buku agenda, yasin, dan helaian berisi bacaan-bacaaan dan doa-doa, aku lakukan rital wirid, do'a dan shalawat serta membaca ayat-ayat al quran. Tiba-tiba sekitar pukul 08. entah lewat berapa, aku kaget agenda yang kupegang seolah-olah meloncat dari tanganku, pesawat lagi melakukan pengurangan kecepatan dengan menegakkan sirip-sirip sayapnya. Aku mencari di mana agendaku yang jatuh, setelah bersusah payah akhirnya aku temukan juga, agenda itu terdorong agak jauh ke depan, di bawah kursi di depanku. Di hatiku terbetik kuat, "Boleh jadi anakku terlahir di saat jatuhnya agenda itu," Setelah turun pesawat, saat menuju taxi, kuhubungi nomor handphone istriku, kuterima kabar bahwa ia baru saja melahirkan anak laki-laki seberat 3,1 kg. Taxi mengambil jalan tol untuk menyingkatan waktu perjalanan menuju Rumah Inab Bersalin Sakina di jalan Sangaji. Setiba di tempat tujuan, kudapati istriku menjalani tindakan pasca melahirkan, kelihatnnya masih baru sekali, sementara bayiku lagi dibersihkan/dimandikan. Aku diminta menunggu sejenak. Tak lama aku dipersilahkan masuk melihat bayi dan istriku, sekalian mengumandangkan adzan dan iqamah. Alhamdulillah, kiranya aku datang tepat waktunya, kubacakan Adzan dan iqamah bada telinga kanan dan kirinya disertai do'a-do'a semoga bayiku menjadi anak yang saleh. Selepas dari anakku aku menemui istriku, ia nampak senang dan tenang menyadari kini aku ada di sisinya. Alhamdulillah.

Kondisi fisik bayiku:
1. Kulit lumayan putih
2. Berambut kepala hitam, lurus dan lumayan lebat. Berbeda dari kaka-kakanya yang relatif plontos saat lahir.
3. Berat 3,1 kg
4. Hidung agak mancung dengan bibir mungil, mata agak sipit, kening agak tegas.

5. Rajah telapak tangan: "kalang", jenis/bentuk kuku "laki".

Mirip siapa ya? masih rada sulit mengidentifikasi, maklum wajah bayi relatif berubah dinamis dari hari-ke hari, tunggu aja?

Aku merencanakan:
1. Mentasmiyakan dan mengaqikahkan anakku di Asrama Pantas Yogyakarta dengan 1 ekor kambing dulu, kelak di kampung kami, Martapura, InsyaAllah akan kami selenggarakan aqikah lanjutannya dengan 1 ekor kambing lagi.
2. Aku telah dapat persetujuan untuk menamakan anak kami ini dengan "Muhammad Anis." Aku berharap mendapat barokah dari Habib Anis, Solo, figur tauladan, ramah, halus budi perkerti, kasih sayang dan amat pemurah, tawadhu, dengan kedalaman ilmu yang tak perlu diragukan.

Keluargaku juga senang mendapat anugrah ini, semoga anak-anak kami dan sekalian anak-anak ummat Saidina Muhammad SAW, mendapat berkah dan rahmat yang luar biasa dariNya, menjadi anak-naka yang shaleh. Amin ya rabbal alamin.

Yogyakarta, 24 Desember 2008
Muhammad Syaiful Yazan ~ Asnawati
msyna

Last Updated on Friday, 26 December 2008 10:39
 
Profil Keluarga PDF Print E-mail
Written by msyna   
Saturday, 20 December 2008 23:41
As commonly any family, we have activities.

Giving lessons, studying, home tasks, having playing, joy and fun time and also praying to God.
Let's see:
Abah

Syaiful Yazan  (S1 Pend. Matematika FKIP Unlam, S2 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta)
Nama baru: Muhammad Syaiful Yazan, tasmiyah pada tanggal 27 Oktober 2000
Anak ke-1 dari 7 bersaudara dari pasangan:
Ayah: Muhammad Dimyati  (Alm)
Ibu  : Rusmiyati
Saudara:
1. Salmiah Matrisyati (Guru MI Darul Huda, Bawahan Kec. Mataraman Kab. Banjar, Kalsel)
2. Erna Damayanti, S. Pd. (S1 Pend. Kimia FKIP Unlam, Guru MTsN Model Darussalam Martapura, Kab. Banjar, Kalsel)
3. Siti Anisah (Guru MI Diniyah Darul Ma'rifat Sekumpul Martapura, Kab. Banjar, Kalsel)
4. Muhammad Jauhari Shaufi (Wiraswasta, pengrazin fuqaha (tasbih, perhiasan), Pesayangan Martapura)
5. Ahmad Hatta (Honorer pada MAN 2 Martapura, Wiraswasta, Gunung Ronggeng Martapura)
6. Muniratunnisa, S.Pd.  (S1 Pend. Fisika FKIP Unlam, Guru bakti pada SMPN 1 Pengaron, Sekumpul Martapura)
Mama

Asnawati (S1 Pend. Kedokteran Umum Fak. Kedokteran Unlam, Mahs. S2 Ilmu Kedokteran Dasar Jurusan Fisiologi UGM Yogyakarta)
Anak ke-3 dari 4 bersaudara dari pasangan:
Ayah: H. Darsuni
Ibu  : Hj. Erniwati (Almh)
Saudara:
1. Muhammad Ramdhan, S.P, S.Pd.
2. Zuraidah
3. Muhammad Hidayah Anshori
1. Bussaina Aqilah (Lahir di Martapura, 25 September 2001)
2. Baiduri Nabilah (Lahir di Martapura, 25 September 2001)
3. Muhammad Mus'ad (Lahir di Martapura, 20 September 2007)
4. Muhammad Anis (Lahir di Yogyakarta, 23 Desember 2008)
Silsilah Keluarga M. Syaiful Yazan dari pihak Ibu (Rusmiyati)
Last Updated on Tuesday, 20 October 2009 11:40
Read more...
 


Sering kita tidak menemukan solusi karena terabaikan yang dekat. Dengan kesederhanaan, fitrah, pandanglah Rasulullah Muhammad SAW dalam setiap sisi, renungkan secara mendalam, jelmakan sifat dan sikap Beliau dalam diri kita. Beliau bergerak dengan keridhaan dan kemauan Allah, maka ikuti Beliau, InsyaAllah keindahan dan kemesraan hidup akan terasa.

Buku Sekolah

Banner
Banner
Banner
Banner
picture 0001.jpg

Serba Serbi

Powered by JoomlaGadgets

Insan Utama

VA - Lagu Islami Terbaik ~ Haddad Alwi Feat Duta SO7 - Insan Utama

Get more songs & code at www.stafaband.info

CB userlist

no new user

bottom

Powered by Syaiful Yazan, Sekumpul-Martapura msynacom 2009.