top
logo

MsynaCom FB

Abah & Anis

Banner
Banner

E-Learning

Banner

Tagihan PLN

Banner
Banner

Pengunjung

Website counter

Yang Online

We have 1 guest online

Login Form



Simple Video

Get the Flash Player to see this player.


Kejujuran Mudah Bila Kebenaran Terjamin PDF Print E-mail
Written by msyna   
Tuesday, 29 September 2009 03:54


Menyaksikan dan membuat kesaksian apa adanya adalah sikap yang obyektif atau dalam istilah sederhana bersikap jujur. Lalu mengapa seseorang cenderung untuk tidak jujur? Bisa jadi karena merasa malu atau gengsi jika ia menyatakan yang sebenarnya, di mana keadaan yang sebenarnya ini dianggapnya sebagai kekurangan atau aif. Oleh karena itu, seseorang rela berbohong demi menjaga nama baiknya atau menjaga keamanan dirinya, atau setidaknya berusaha menyembunyikan atau merahasiakan aif dirinya. Memang tidak mudah jika keadaan sebenarnya itu secara jelas dan sah adalah aif, beda kalau keadaan sebenarnya itu adalah hal yang baik, maka tidaklah sulit untuk diketahui umum, bahkan mungkin mendatangkan kebanggaan dan kesenangan jika diketahui pihak lain.

 


Dengan demikian, agar seseorang lebih mudah atau bahkan senang bersikap jujur menghendaki apa yang ada pada dirinya adalah hal-hal yang benar. Masalah berikutnya, yang benar itu yang bagaimana? Untuk memastikan segala sesuatunya benar seseorang harus sabar dan telaten merunut atau menganalisis segala sesuatunya. Diperlukan ketelitian, kehati-hatian dalam segala sesuatunya, data-datanya harus memadai dan dianalisis dengan metode yang benar, tidak boleh gegabah atau ceroboh.

Seseorang perlu ketenangan untuk mengerahkan seluruh potensi dirinya, lebih dari itu seseorang sering juga membutuhkan bimbingan dan arahan dari pihak yang lebih berpengalaman dan ini lagi-lagi tidak semua orang rela dibimbing dan diarahkan pihak lain sebelum dia meyakini bahwa sesungguhnya ia membutuhkan ini dan pembimbing atau pengarah dipercaya olehnya.

Dari hal ini, nampak sikap sabar, hati-hati, tidak gegabah/ceroboh, mau melihat kemungkinan-kemungkinan baik dari pihak lain dengan kata lain tidak sombong, sebaliknya baik sangka kepada pihak lain, merendah, kemudian berusaha mendapatkan kebaikan dari orang lain, juga menghormati dan menghargai orang lain, tercermin dalam sikap, perkataan dan tindakan yang santun adalah hal-hal yang amat penting. Mau mengakui bahwa dirinya adalah anak-anak dulu sebelum dewasa, lemah dulu sebelum kuat, tidak mampu berjalan dulu sebelum akhirnya berjalan, tak bisa bicara dulu sebelum bisa berbicara, tidak tahu sebelum tahu atau pandai, dsb, adalah cermin dari sikap jujur dan juga berjiwa besar. Keadaannya akan lain jika seseorang tahunya hasil akhir yang baik saja, seolah-olah dia meyakini dirinya baik seajalnya, tidak ada proses perubahan dari minus ke positif, atau apakah dia mau mengaku seperti Tuhan, tentu pandangan ini amat berbahaya, menyalahi kodrat sebagai hamba.

Mari dudukkan dan tempatkan diri sebagai hamba Tuhan, mengalami proses dari tiada menjadi ada, kemudian mengalami proses tumbuh dan berkembang, yang semua ini terjadi atas kehendak dan kekuasaan Tuhan, maka sudah selayaknya diri ini, hati nurani dan akal pikiran ini senantiasa menghadap kepadaNya, memohon bimbingan dan perlindungan dariNya, senantiasa mengadu kepadaNya, selalu ingin minta kepastian dariNya bahwa apa yang telah dan tengah terjadi pada diri ini memang sudah sesuai dengan keridhaanNya. Selanjutnya, diri ini tak henti-hentinya memohon keampunan dariNya, meyakini adanya kelalaiaan diri, yang kadang bahkan sering lupa dan berpaling dariNya. Kalau sudah menempatkan diri sebagai hamba, yang diciptakan dan dikenai perlakuan oleh Yang Maha Kuasa, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolonganNya, maka jujur terhadap apapun yang ada pada diri ini, InsyaAllah tidaklah sulit, setidaknya adalah jujur kepada Tuhan. Bahkan dia tidak lagi merasa malu atau takut kepada siapapun dari makhluk ini, melainkan rasa malu dan takutnya sudah beralih kepada Allah, Tuhan semata. Mesra dengan Allah, tak mau yang lain kecuali Allah, hidup dengan Allah. Menyayangi dan mengasih yang lain karena Allah. Mengajak sesama hamba menuju kepada Allah dan meraih keridhaanNya. Wallahu’alam.

Last Updated on Tuesday, 29 September 2009 04:05
 

Sering kita tidak menemukan solusi karena terabaikan yang dekat. Dengan kesederhanaan, fitrah, pandanglah Rasulullah Muhammad SAW dalam setiap sisi, renungkan secara mendalam, jelmakan sifat dan sikap Beliau dalam diri kita. Beliau bergerak dengan keridhaan dan kemauan Allah, maka ikuti Beliau, InsyaAllah keindahan dan kemesraan hidup akan terasa.

Buku Sekolah

Banner
Banner
Banner
Banner
copy of dsc00838.jpg

Jejak Pendapat

Bagaimana pendapat Anda atas website ini?
 

Serba Serbi

Powered by JoomlaGadgets

Insan Utama

VA - Lagu Islami Terbaik ~ Haddad Alwi Feat Duta SO7 - Insan Utama

Get more songs & code at www.stafaband.info

CB userlist

no new user

bottom
top

Latest News

Popular


bottom

Powered by Syaiful Yazan, Sekumpul-Martapura msynacom 2009.